“Banyak korban ditembak di belakang kepala, di punggung. Ini bukan keselamatan publik, ini eksekusi,”
tegas Raull Santiago, aktivis HAM setempat.
PBB: Ngeri, Minta Investigasi Internasional
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas banyaknya korban jiwa.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia pun menuntut penyelidikan cepat dan transparan, menilai ada indikasi kuat pelanggaran HAM berat.
“Beberapa korban memiliki luka bakar dan tanda-tanda diikat sebelum dibunuh. Ada yang dibunuh dengan darah dingin,”
ujar pengacara Albino Pereira Neto, yang mewakili keluarga korban.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







