HAITI, KALIMANTANLIVE.COM – Duka mendalam menyelimuti Haiti. Badai dahsyat Melissa, yang disebut sebagai badai terkuat dalam 90 tahun terakhir, menghantam negara kepulauan itu dan memicu banjir besar mematikan. Sedikitnya 20 orang tewas dan 10 lainnya dilaporkan hilang, termasuk anak-anak.
Menurut laporan AFP, Kamis (30/10/2025), sepuluh anak termasuk di antara korban jiwa akibat meluapnya Sungai Digue di wilayah selatan Haiti. Banjir bandang menghancurkan rumah-rumah, memutus akses jalan, dan menenggelamkan sebagian besar kota pesisir Petit-Goave.
#baca juga:Arsenal Menggila, Liverpool Dipermalukan: Drama Panas Hasil Lengkap Piala Liga Inggris 2025-2026!
“Banyak orang tewas, rumah-rumah tersapu air,”
tutur Steeve Louissaint, salah satu warga yang selamat, menggambarkan suasana mencekam saat air bah datang tiba-tiba.
Jeritan Duka di Tengah Puing
Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan adegan memilukan: warga berusaha mencari kerabat mereka di tengah tumpukan reruntuhan.
Dalam satu rekaman, seorang ayah menangis histeris saat menemukan jasad putrinya di antara puing-puing rumah yang hanyut diterjang arus.
Kepala badan pertahanan sipil Haiti, Emmanuel Pierre, mengatakan tim penyelamat kini berjuang mengevakuasi korban dan mencari orang hilang. Namun cuaca ekstrem dan akses jalan yang rusak menghambat proses pencarian.
Badai Melissa: Terkuat dalam 90 Tahun
Badai Melissa bukan hanya melanda Haiti, tapi juga Jamaika dan Kuba, meninggalkan jejak kehancuran di seluruh wilayah Karibia. Presiden Kuba menyebut badai ini sebagai “bencana paling serius dalam beberapa dekade terakhir.”
Meski kini telah turun ke kategori 2, Melissa masih memicu angin kencang dan gelombang tinggi, memaksa otoritas Bahama dan Bermuda untuk mengeluarkan peringatan badai tambahan.







