TERCIDUK! Gembong Kokain “Brucelee” Ditangkap di Hutan Peru, Bakal Diekstradisi ke AS!

LIMA, KALIMANTANLIVE.COM – Drama besar di hutan Peru! Polisi akhirnya menangkap gembong narkoba internasional yang dikenal dengan nama Brucelee Bermudo, sosok berbahaya yang selama ini menyelundupkan kokain bernilai miliaran dolar ke Amerika Utara dan Eropa.

Pria berusia 42 tahun itu ditangkap dalam operasi lintas negara yang melibatkan aparat Peru dan Amerika Serikat (AS) di wilayah terpencil Chiriaco, kawasan hutan di utara Peru. Kini, Brucelee tengah menunggu ekstradisi ke AS untuk menghadapi tuntutan hukum berat.

#baca juga:MENGGUNCANG KARIBIA! Badai Melissa Hancurkan Haiti: 20 Tewas, Anak-Anak Jadi Korban, Rumah-Rumah Disapu Air

#baca juga:Pencurian Spektakuler di Museum Louvre: 2 Tersangka Ditangkap, Perhiasan Rp1,6 Triliun Raib Tanpa Jejak!

#baca juga:DARAH TUMPAH DI RIO! 132 Tewas, Presiden Brasil Ngeri Lihat Aksi Brutal Polisi Bongkar Geng Narkoba Paling Kejam dalam Sejarah!

#baca juga:Arsenal Menggila, Liverpool Dipermalukan: Drama Panas Hasil Lengkap Piala Liga Inggris 2025-2026!

“Bermudo memimpin jaringan kriminal yang mengekspor kokain hidroklorida dalam jumlah besar ke Eropa dan Amerika Serikat,”
ungkap Direktorat Antinarkoba Peru dalam pernyataan resmi, Rabu (29/10/2025).

Gembong Kelas Dunia, Jaringan Lintas Benua

Brucelee Bermudo bukan pemain kecil. Ia disebut sebagai otak utama jaringan narkotika internasional yang beroperasi dari Lembah Sungai Apurímac, Ene, dan Mantaro (VRAEM) — daerah yang dikenal sebagai pusat produksi kokain di Peru.

Jaringannya terdiri dari anggota asal Meksiko, Venezuela, dan Guatemala, dengan operasi penyelundupan canggih yang melibatkan rute udara dan laut menuju Amerika Serikat dan Eropa.

Polisi menyebut Bermudo selama ini menggunakan teknologi komunikasi terenkripsi dan modus penyamaran logistik untuk menyalurkan kokain dalam jumlah besar.

Menuju Ekstradisi ke Amerika Serikat

Setelah penangkapan dramatis di Chiriaco, Brucelee langsung dipindahkan ke ibu kota Lima. Ia kini ditahan di bawah pengawasan ketat, menunggu proses ekstradisi ke AS.

Meski belum diumumkan tanggal pastinya, pejabat AS disebut telah menyiapkan tim khusus DEA (Drug Enforcement Administration) untuk membawa sang gembong ke Negeri Paman Sam.

“Operasi ini hasil kolaborasi erat antara lembaga antinarkoba Peru dan Amerika Serikat,”
kata seorang pejabat keamanan yang enggan disebut namanya.