KUALA LUMPUR, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia sepak bola Malaysia tengah dihebohkan dengan pengakuan mengejutkan dari Josh Robinson, bek muda jebolan akademi Arsenal, yang mengaku memiliki darah Malaysia dari sang ibu.
Pemain berusia 20 tahun itu kini berstatus free agent setelah berpisah dengan Wigan Athletic, dan disebut-sebut menjadi kandidat kuat naturalisasi untuk memperkuat skuad Harimau Malaya di masa depan.
#baca juga:KABAR GEMBIRA! 16 Kementerian Buka Lowongan CPNS untuk Lulusan SMA-SMK! Ini Daftarnya
#baca juga:IKN Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Sebut Nusantara Terancam Jadi “Kota Hantu”
Dalam wawancaranya dengan BolaSport, Robinson mengungkap latar belakang keluarganya yang menarik.
“Saya dibesarkan di kawasan Leyton, London Timur. Ayah saya berasal dari Jamaika, sementara ibu saya berdarah Malaysia dan Inggris,” ungkap Robinson.
Robinson tercatat bergabung dengan akademi Arsenal sejak 2016 dan tampil 65 kali untuk tim muda The Gunners. Ia dikenal sebagai pemain serbabisa — bisa bermain di bek tengah, bek kanan, hingga gelandang sayap.
“Saya menikmati peran bek sayap modern. Harus kuat bertahan, tapi juga aktif membantu serangan,” ujarnya menambahkan.
Kabar keturunan Malaysia dari pemain yang menimba ilmu di Arsenal ini langsung menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan penggemar dan media Negeri Jiran.
Namun, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini lebih berhati-hati setelah kasus besar tujuh pemain naturalisasi yang dihukum FIFA karena dokumen palsu.
Kasus itu menyeret nama-nama seperti Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Gabriel Palmero.
FAM Perketat Verifikasi Naturalisasi
FAM menegaskan, setiap pemain yang mengaku memiliki darah Malaysia akan melalui verifikasi dokumen dan silsilah keluarga yang ketat.
“Jika ada pihak yang mengetahui pemain keturunan Malaysia yang potensial, segera hubungi FAM agar bisa diverifikasi dengan pemerintah,” ujar Tunku Ismail Sultan Ibrahim, pemilik klub Johor Darul Ta’zim (JDT) sekaligus tokoh penting di balik pengawasan naturalisasi pemain.
Tunku Ismail juga meminta agar semua klub, asosiasi, dan agen sepak bola bekerja sama dengan FAM agar proses naturalisasi lebih transparan dan sah secara hukum.







