Dari sisi segmen, kredit usaha kecil dan menengah (UKM) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,7 persen yoy, disusul perbankan korporat (5,4 persen yoy) dan perbankan konsumer (4,3 persen yoy).
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 8,6 persen yoy menjadi Rp278,0 triliun.
Rasio CASA juga menguat menjadi 67,9 persen, dengan total dana mencapai Rp188,8 triliun atau tumbuh 10,6 persen.
BACA JUGA: Menteri ESDM Pastikan Pertalite di Jawa Timur Masih Sesuai Standar
Lani menegaskan, CIMB Niaga terus menjaga kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sebesar 1,98 persen, didukung oleh permodalan dan likuiditas yang kuat—capital adequacy ratio (CAR) tercatat 24,7 persen, sedangkan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 81,1 persen.
Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah turut berkontribusi positif dengan total pembiayaan Rp58,2 triliun dan DPK Rp57,9 triliun per 30 September 2025.










