Ekonom Nilai Penurunan Tarif Dagang AS–China Bisa Tekan Daya Saing Indonesia

Kalimantanlive.com – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap China dapat berdampak terhadap daya saing Indonesia di pasar global.

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat (30/10), Faisal menjelaskan bahwa penurunan tarif AS terhadap produk China dari 57 persen menjadi 47 persen akan memperketat persaingan di antara negara-negara produsen, termasuk Indonesia.

BACA JUGA: Menteri ESDM Pastikan Pertalite di Jawa Timur Masih Sesuai Standar

“Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina selama ini dikenai tarif sekitar 19–20 persen. Dengan tarif China turun, persaingan harga akan semakin ketat,” ujar Faisal.

Ia menambahkan, meskipun tarif terhadap produk China masih dua kali lipat dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, posisi tawar Tiongkok tetap kuat karena efisiensi produksinya yang tinggi.

“Produk China tetap kompetitif di pasar Amerika. Bahkan dengan tarif 47 persen, harga di tingkat konsumen bisa tetap lebih murah atau setidaknya bersaing,” jelasnya.