Fenomena Motor Brebet Usai Beli Pertalite di Surabaya! Armuji Temukan Campuran Aneh, Polda Jatim dan Pertamina Klaim BBM Aman!

SURABAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Fenomena motor brebet dan mogok massal setelah mengisi BBM Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina membuat warga Surabaya geger! Ribuan pengendara, terutama driver ojek online (ojol), mengeluhkan motor mereka tiba-tiba tersendat, bahkan mogok total hanya beberapa jam setelah pengisian bahan bakar.

#baca juga:Bahlil Beri Sinyal Tambahan Impor BBM Swasta Tetap 10 Persen di 2026

#baca juga:Gegara Rebutan Antrean BBM! Tiga Pria Bersenjata Tembak Mati Sopir Angkot, Pelaku Ditangkap Kurang dari 12 Jam!”

#baca juga:Harga BBM Pertamina, Shell, bp, dan Vivo Tetap Stabil di Pekan Ketiga Oktober

#baca juga:BBM Pertamina Mengandung Etanol 3,5%! Apakah Bikin Boros atau Justru Lebih Irit? Begini Kata Ahli

Keluhan mulai membanjiri posko pengaduan sejak Sabtu (25/10/2025). Banyak warga harus mengeluarkan biaya ratusan ribu rupiah untuk memperbaiki motor mereka di bengkel. Kasus serupa juga dilaporkan di Sidoarjo, Tuban, Bojonegoro, Jember, dan Malang — menandakan masalah ini tak hanya terjadi di Surabaya.

Sidak Ganda: Polda Jatim & Pertamina Nyatakan Aman, Tapi Cak Ji Temukan Campuran Mencurigakan

Pada Kamis (30/10/2025), tim Ditreskrimsus Polda Jatim bersama Pertamina melakukan inspeksi ke SPBU Kebonsari, Surabaya. Mereka mengambil sampel Pertalite dari tangki pendam dan nozzle dispenser, lalu diuji dengan pasta air untuk mendeteksi kemungkinan adanya campuran air atau zat asing.

Hasilnya mengejutkan: tidak ditemukan adanya kandungan air dalam BBM Pertalite di lokasi tersebut.

“Semua hasil sesuai spesifikasi Pertalite. Tidak ada campuran air,” ujar Kompol Putu Angga, Kanit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

“Kami sudah uji langsung, baik di tangki maupun di nozzle, semuanya bersih,” tegas Doni Prasetya, Sales Manager Pertamina Wilayah Surabaya.

Namun, hasil berbeda justru muncul dari sidak Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji) di SPBU Rajawali, Krembangan, di hari yang sama.
Cak Ji mengaku menemukan adanya dua zat cair berbeda di dalam BBM Pertalite saat inspeksi bersama perwakilan warga.

“Orang kalau laporan enggak mungkin dibuat-buat. Mereka rugi karena enggak bisa narik. Masa uang Rp100.000 untuk servis aja enggak diganti?” tegas Cak Ji.

Pihak SPBU Rajawali berjanji akan melaporkan temuan tersebut ke pusat Pertamina, sementara Cak Ji mendesak agar biaya perbaikan motor warga segera diganti dengan bukti nota bengkel.

Ojol Surabaya Teriak: “Motor Kami Mogok Semua!”

Salah satu koordinator ojol, Daniel Lukas Rorong, mengungkapkan sedikitnya 25 laporan masuk dari rekan-rekan driver sejak Sabtu lalu.

“Kasusnya sama semua — motor brebet, busi menguning, dan waktu ditap tangki, ada dua cairan terpisah. Ini jelas bukan normal,” katanya.

Kondisi serupa dialami Farida (56), pengemudi ojol wanita di Surabaya.

“Hari Minggu malam isi Pertalite, Senin motor mulai mati-mati, Selasa mogok total. Akhirnya saya servis dan bayar Rp80.000 sampai Rp100.000,” ujarnya.

Farida mengaku pendapatannya sehari yang hanya Rp100.000–Rp150.000 tergerus habis hanya untuk biaya bengkel.

Cerita lain datang dari Zaenal (42). Setelah mengisi Pertalite di SPBU pada Sabtu malam (25/10), motornya langsung brebet.

“Busi yang tadinya putih berubah kuning. Waktu dikuras, ada dua cairan: hijau Pertalite dan putih entah apa,” ujarnya.

News Feed