IKN Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Sebut Nusantara Terancam Jadi “Kota Hantu”

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Proyek ambisius Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi perbincangan panas di kancah internasional. Media ternama Inggris, The Guardian, menurunkan laporan khusus yang menyebut ibu kota baru Indonesia itu berpotensi menjadi “ghost city” atau kota hantu di tengah megahnya pembangunan istana di jantung hutan Kalimantan.

“Di tengah hutan lebat, jalan raya besar tiba-tiba muncul mengarah ke istana dengan burung garuda bersayap berkilau di bawah matahari khatulistiwa. Namun, jalan-jalan besar Nusantara tampak sepi,” tulis The Guardian dalam artikelnya berjudul “Indonesia’s New Capital, Nusantara, in Danger of Becoming a ‘Ghost City’” yang terbit Selasa (29/10/2025).

#baca juga:Trump Tantang Dunia! Amerika Siap Hidupkan Lagi Uji Coba Nuklir Demi Kalahkan China dan Rusia

#baca juga:Fenomena Motor Brebet Usai Beli Pertalite di Surabaya! Armuji Temukan Campuran Aneh, Polda Jatim dan Pertamina Klaim BBM Aman!

#baca juga:Jakarta Lumpuh! Banjir, Pohon Tumbang, dan Macet Parah Tewaskan Warga, Ibu Kota Diterjang Cuaca Ekstrem!

#baca juga:Tarif Listrik 1 November 2025, Pemerintah Pastikan Tak Naik, Ini Daftar Lengkap untuk Rumah Tangga, Subsidi, dan Bisnis!

Media tersebut menggambarkan kemegahan Istana Garuda berdiri kontras dengan suasana sunyi di sekitarnya. Foto wisatawan yang berpose di depan instalasi sayap raksasa di Taman Kusuma Bangsa, tak jauh dari kompleks istana, menjadi simbol paradoks antara harapan dan realita IKN.

Dalam laporannya, The Guardian menyebut pendanaan negara untuk proyek IKN turun lebih dari setengahnya di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto — dari 2 miliar pound sterling (2024) menjadi hanya 700 juta pound sterling (2025).

Bahkan, untuk tahun depan, anggaran hanya disetujui 300 juta pound sterling, sepertiga dari total yang diminta oleh Otorita IKN. Investasi swasta pun anjlok lebih dari 1 miliar pound sterling dari target.

“Di bawah Presiden Prabowo, IKN tidak lagi menjadi prioritas utama. Ia bahkan belum pernah mengunjungi Nusantara sejak menjabat,” tulis The Guardian.

Disebut pula bahwa Prabowo menurunkan status IKN menjadi “ibu kota politik” pada Mei 2025 dan baru mengumumkannya ke publik pada September lalu.

Pembangunan Terhambat, Warga Mulai Pergi

Saat ini, hanya sekitar 2.000 pegawai negeri dan 8.000 pekerja konstruksi yang tinggal di kawasan IKN — jauh dari target 1,2 juta penduduk pada 2030.

Meski sejumlah infrastruktur seperti blok apartemen, gedung kementerian, rumah sakit, dan bandara telah berdiri, suasana kota disebut masih “mati suri”.

Pakar hukum tata negara Herdiansyah Hamzah dari Universitas Mulawarman menilai status “ibu kota politik” itu tak memiliki dasar hukum yang kuat.

“IKN sudah seperti kota hantu. Pemerintah tampak tidak benar-benar ingin IKN mati, tapi juga tidak berusaha membuatnya hidup,” ujarnya.

Menanggapi laporan itu, Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), menepis tudingan The Guardian.

“Pendanaan ada, komitmen politik ada. Mengapa harus meragukannya? Dana hanya dialokasikan ulang, bukan dipotong,” tegas Basuki.

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan IKN bahkan lebih cepat dari jadwal.

Suara Masyarakat Adat Balik: Terjepit di Tengah Harapan

Bagi masyarakat adat Balik yang tinggal di sekitar Sungai Sepaku, pembangunan IKN membawa dampak besar.