Jakarta Lumpuh! Banjir, Pohon Tumbang, dan Macet Parah Tewaskan Warga, Ibu Kota Diterjang Cuaca Ekstrem!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis sore (30/10/2025) berubah menjadi mimpi buruk bagi warga ibu kota. Dalam hitungan jam, banjir, pohon tumbang, dan kemacetan parah melanda berbagai titik — bahkan menelan satu korban jiwa di kawasan elit Dharmawangsa.

Kepanikan melanda warga. Arus lalu lintas nyaris lumpuh total, terutama di wilayah Jakarta Selatan, dengan lampu lalu lintas padam, jalan tergenang, dan kendaraan terjebak berjam-jam.

#baca juga:GEGER! Air Hujan di Jakarta Tercemar Mikroplastik Berbahaya, BRIN Tegaskan: Jangan Diminum Langsung!

#baca juga:WADUH! 15 Remaja & Pemuda Diciduk di Jakarta Pusat: Tawuran Brutal, Ganja, dan Sajam Ikut Diamankan!

#baca juga:Wamenhan Donny Taufanto Terima Panglima Angkatan Pertahanan Australia di Jakarta

#baca juga:DPRD Kalsel Bahas Raperda Kesehatan Bersama Kemenkes RI di Jakarta

Sekitar pukul 16.30 WIB, air mulai merendam Jalan Raya Fatmawati di kawasan Cipete. Genangan menutup sebagian badan jalan di depan ITC Fatmawati, membuat kendaraan tak bisa melintas.

Situasi diperburuk oleh lampu merah Fatmawati–TB Simatupang yang padam akibat gangguan listrik.

“Pengendara diimbau berhati-hati, petugas sedang menangani,” tulis TMC Polda Metro Jaya dalam laporan resminya.

Kemacetan pun meluas hingga Simpang Antasari dan TB Simatupang. Banyak pengendara melaporkan pergerakan kendaraan macet lebih dari 30 menit, bahkan tidak bergerak sama sekali di beberapa titik.

Kawasan Kemang Raya juga berubah menjadi lautan air sejak pukul 17.00 WIB. Genangan tinggi menutup ruas jalan dari Hotel Sotis hingga Kem Chicks, memaksa pengendara mencari jalan alternatif.

Menurut data BPBD DKI Jakarta, hingga pukul 21.00 WIB, tercatat 54 RT terendam banjir — 53 di antaranya di wilayah Jakarta Selatan.

“Hujan ekstrem menyebabkan kenaikan debit air di sejumlah pintu air,” kata Mohamad Yohan, Kapusdatin BPBD DKI.

Ketinggian air di beberapa titik, seperti Cilandak, Pondok Labu, Cipete Utara, Petogogan, Bangka, Pela Mampang, hingga Kebagusan, mencapai 160 sentimeter.
Banjir dipicu luapan Kali Krukut dan Kali Mampang yang tak mampu menampung curah hujan tinggi.