Anike Maulana mungkin hanyalah satu nama kecil di antara ribuan ASN di negeri ini. Tapi di balik namanya, ada cerita besar tentang perjuangan, pengabdian, dan air mata. Ada seorang ibu yang mencoba tetap tegar demi anaknya, meski hatinya hancur.
“Saya hanya ingin anak saya bangga sama ibunya,” katanya menatap kosong. “Saya ingin dia tahu, ibunya tidak menyerah. Ibu cuma mencari keadilan.”
Dan di ujung perbincangan, ia kembali memeluk anaknya erat-erat. Bocah kecil itu menatap ibunya dengan senyum polos, belum mengerti arti kehilangan. Tapi dari sorot mata sang ibu, kita tahu — keadilan yang hilang tak hanya merampas pekerjaan, tapi juga harapan.
Sumber: FajarSumbar/ab







