Kalimantanlive.com – Otoritas Sudan mengonfirmasi bahwa sedikitnya 2.200 orang tewas dalam pertempuran sengit di Kota Al Fasher, Provinsi Darfur Utara, setelah Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) berhasil menguasai kota tersebut pada 26 Oktober lalu.
Juru bicara Tentara Pembebasan Sudan pro-pemerintah, Agad bin Kony, mengatakan kepada RIA Novosti pada Kamis (30/10) bahwa jumlah korban tewas kini mencapai 2.227 orang, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia.
BACA JUGA: Operasi Besar Polisi Brasil di Rio de Janeiro Tewaskan 128 Orang
“Video yang beredar menunjukkan militan menembaki warga sipil di rumah sakit, masjid, dan pusat pengungsian. Banyak korban yang sebenarnya tengah berlindung atau menjalani perawatan medis,” ujarnya.
Selain korban jiwa, lebih dari 390.000 warga dilaporkan mengungsi dari Al Fasher hanya dalam waktu empat hari terakhir akibat serangan intensif tersebut.
Al Fasher merupakan benteng terakhir tentara pemerintah di wilayah Darfur, yang sejak tahun lalu dikepung ketat oleh pasukan RSF.










