Kalimantanlive.com – Uni Eropa (UE) menegaskan bahwa Rusia dan Amerika Serikat tidak dapat disamakan dalam sengketa terbaru mengenai uji coba senjata nuklir.
Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan bahwa Rusia baru-baru ini menguji coba rudal jelajah bertenaga nuklir berjangkauan tak terbatas, Burevestnik.
Juru bicara Komisi Eropa, Anitta Hipper, dalam pengarahan di Brussels pada Kamis (30/10) menyebut langkah Rusia itu menunjukkan peningkatan eskalasi di tengah perang yang masih berlangsung di Ukraina.
BACA JUGA: Perang di Sudan Memanas, Kota Al Fasher Dikuasai RSF
“Kami telah melihat laporan mengenai uji coba tersebut, dan jelas hal ini bukan langkah ke arah yang benar. Rusia adalah negara yang memulai perang agresi ilegal dan tidak beralasan terhadap Ukraina,” ujar Hipper.
Ia memperingatkan bahwa jika rudal yang diuji benar-benar menggunakan tenaga nuklir, maka ada risiko pelepasan bahan radioaktif yang berbahaya.









