SAMPIT, Kalimantanlive.com – Hujan yang mengguyur Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah semakin sering belakangan ini seiring masuknya musim penghujan.
Kondisi tersebut sering menyebabkan genangan air terutama saat hujan yang mengguyur Kota Mentaya ini dengan intensitas tinggi, dalam bebera hari ini.
Setidaknya ada beberapa titik lokasi yang sering terjadi genangan air saat hujan turun dengan intensitas tinggi yakni diantaranya Jaalan Ahmad Yani, Jalan Pelita, Jalan Tjilik Riwut dan beberapa lokasi lainnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian kalangan Anggota DPRD Kotim yang menilai salah satu penyebab terjadi geangan air tersebut karena saluran drainase tertutup bangunan yang ada dipinggir jalan maupun halaman rumah warga.
Anggota DPRD Kotim menyoroti sejumlah bangunan yang menutup saluran drainase yang tertutup bangunan sehingga mengganggu saluran pembaungan air.
Saat anggota DPRD Kotim melakukan reses pada lokasi Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, hal ini kembali mencuat.
Modika Latifah dari Dapil I, menyoroti titik banjir di persimpangan Jalan Pelita dan DI Panjaitan, yang seharusnya memiliki saluran besar namun kini tertutup bangunan permanen.
Dia menegaskan, hal tersebut akan dibawa saat dilakukan pembahasan DPRD mendatang.
“Ini Harus ada solusi konkret agar genangan tidak terus berulang sehingga sangat mengganggu banyak pihak,” tegasnya, kemarin.
Baca Juga :Ketua DPRD Kotim, Soroti Minimnya Sarana dan Prasarana Serta Keterbatasan Tenaga Guru Daerah Pelosok
Modika, menerangkan, genangan air dikawasan tersebut muncul bahkan terjadi saat hujan yang mengguyur kawasan tersebut dalam instensitas sedang saja.
Dikatakan dia, air setinggi mata kaki sering menutup kawasan sekitar SPBU dan Kantor Telkom, sekitar kawasn tersebut sehingga merugikan warga dan pelaku usaha setempat.







