3. Manfaatkan Alat Bantu Digital Selama di Tanah Suci
Teknologi bisa menjadi “teman seperjalanan” saat beribadah mandiri. Menurut Tasha, Google Translate dan Google Maps adalah dua aplikasi yang sangat membantu.
“Banyak orang Arab yang enggak bisa bahasa Inggris, jadi Google Translate penting banget. Saya bahkan sempat ngobrol pakai fitur voice translate dengan sopir Uber,” kenangnya sambil tertawa.
Selain itu, Google Maps juga sangat berguna saat mencari jalan atau lokasi di sekitar Masjidil Haram. “Sempat bingung pintu keluar, tapi akhirnya ketemu lagi karena lihat Maps,” ujarnya.
Meski penuh tantangan, Tasha menilai umrah mandiri memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam.
“Melihat Ka’bah untuk pertama kali, menunggu adzan, semua terasa lebih bermakna karena kita jalani sendiri,” tutupnya penuh haru.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







