NORFOLK, KALIMANTANLIVE.COM — Drama baru mengguncang Kerajaan Inggris! Setelah dicopot dari seluruh gelar kehormatan dan tanggung jawab kerajaan, Pangeran Andrew, adik Raja Charles III, kini resmi diusir dari kediaman megahnya, Royal Lodge di Windsor, dan akan “diasingkan” ke properti kerajaan di Sandringham, Norfolk.
Namun, keputusan ini justru menimbulkan gejolak baru. Bukannya disambut, warga Norfolk malah menolak mentah-mentah kehadiran sang pangeran yang terseret berbagai skandal memalukan.
#baca juga:Harga Emas Dunia Anjlok di Bawah USD 4.000 Akibat China Cabut Insentif Pajak, Pasar Global Guncang!
#baca juga:Honda Resmi Siapkan Produksi Mobil Listrik Lokal di Indonesia, Era Baru Otomotif Nasional Dimulai!
#baca juga:Harga Emas Dunia Anjlok di Bawah USD 4.000 Akibat China Cabut Insentif Pajak, Pasar Global Guncang!
Warga Norfolk Serempak: “Kami Tak Mau Dia di Sini!”
Menurut laporan The Telegraph pada Minggu (2/11/2025), warga lokal langsung bereaksi keras setelah mendengar kabar pemindahan itu.
“Abu Dhabi saja,” celetuk salah satu anggota klub buku Castle Rising saat makan siang di pub The Black Horse.
“Kenapa tidak ke Swiss? Atau ke mana pun asal bukan di sini,” sahut yang lain.
Sementara Clare (64) menimpali,
“Siapa pun tak seharusnya menampung dia!”
Sebagian warga bahkan membandingkan situasi ini dengan masa lalu kerajaan.
“Sandringham dulu dibeli untuk menjauhkan Raja Edward VII dari masalah. Sekarang sejarah terulang,” ujar Gill (74) dengan nada getir.
Ketegangan Menguat di Sandringham
Bagi sebagian warga, kehadiran Andrew dianggap seperti menutupi aib kerajaan dengan cara “menyembunyikan” sang pangeran dari sorotan publik.
“Seolah mereka berpikir, ‘oh, taruh saja di Sandringham.’ Saya tak ingin bertemu dia di taman,” ujar seorang warga di kedai teh Castle Rising.
Lauren Mitchell (34) pun mengaku canggung,
“Saya tidak akan menyapanya. Kalau dia mau sembunyi, silakan. Tapi semoga kami tak perlu bertemu.”
Suara Tegas dari Warga Senior
Jacqueline Hargreaves (73), warga lama Sandringham, menolak keras rencana itu.
“Kami tidak ingin dia di sini. Norfolk tak butuh masalah baru,” ujarnya tegas.
Ia bahkan berseloroh,
“Kenapa tidak saja ke Amerika? Duduk bareng Trump di sana.”
Tom Neill (70), mantan polisi pengawal kerajaan, menyoroti beban keamanan.
“Yang terpikir pertama adalah: berapa besar biaya pengamanan untuknya? Karena tentu saja dia tetap dijaga,” katanya.







