Puncak Musim Hujan, BMKG Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca Demi Cegah Banjir Besar!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Indonesia resmi memasuki puncak musim hujan, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BNPB tak tinggal diam. Demi menekan risiko banjir besar dan tanah longsor, kedua lembaga ini menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa OMC menjadi langkah antisipatif menghadapi lonjakan curah hujan ekstrem yang mulai mengguyur sejak akhir Oktober.

#baca juga:BREAKING NEWS! BMKG Ingatkan Hujan Guyur Kalsel & Kalteng Hari Ini, Warga Diminta Waspada Petir

#baca juga:Hujan Tak Surutkan Semangat, Tari Kolosal Nusantara Guncang Pembukaan Porprov XII Kalsel di Pelaihari

#baca juga:CUACA EKSTREM MENGINTAI KALSEL & KALTENG HARI INI! BMKG: Hujan Petir, Suhu Naik, Lembap Maksimal!

#baca juga:BREAKING NEWS! Cuaca Hari Ini Warga Kalsel dan Kalteng Harus Waspada: Hujan Petir & Angin Kencang Siap Menerjang!

“Operasi sudah berjalan di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan DIY. Untuk Jawa Tengah, operasi dimulai sejak 25 Oktober dan masih berlangsung hingga awal November, dengan posko di Semarang dan Solo,” ungkap Dwikorita dalam konferensi pers, Sabtu (1/11/2025).

Ribuan Awan Disemai untuk Kurangi Risiko Banjir

Sejauh ini, 41 sorti penerbangan telah dilakukan menggunakan dua pesawat Cessna Caravan guna menyebarkan dan meredistribusi awan hujan. Proses ini bertujuan agar awan yang menumpuk di satu titik tidak mencurahkan hujan deras di wilayah sempit, melainkan tersebar merata di area yang lebih luas.

Sementara di Jawa Barat, OMC digelar lebih awal — sejak 23 Oktober hingga 3 November 2025 — dengan posko utama di Jakarta. Hasilnya cukup signifikan, terlihat dari penurunan curah hujan di beberapa titik yang sebelumnya langganan banjir.

“Kami mencatat 29 sorti penerbangan di Jawa Barat, dan efeknya cukup nyata dalam menekan curah hujan ekstrem. Namun kolaborasi lintas instansi tetap diperlukan,” ujar Dwikorita.

Waspada Hujan Ekstrem di Sepekan ke Depan

BMKG memprediksi hujan sedang hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur hampir seluruh wilayah Indonesia selama pekan pertama November. Daerah yang wajib meningkatkan kewaspadaan meliputi Aceh, Sumatera bagian selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Khusus untuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Papua, Maluku Utara, serta sebagian Sulawesi, BMKG mengeluarkan status siaga terhadap potensi hujan ekstrem disertai petir dan angin kencang.

Fenomena Global Penggerak Cuaca Ekstrem

Dwikorita menambahkan, kondisi ekstrem ini dipicu oleh kombinasi faktor atmosfer global seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin yang sedang aktif di wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) negatif dan Southern Oscillation Index (SOI) positif turut memperkuat pembentukan awan hujan, lantaran meningkatkan suplai uap air dari Samudra Hindia dan Pasifik bagian barat.

“Kombinasi ini meningkatkan potensi hujan ekstrem. Kami mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk tetap waspada dan menyiapkan langkah mitigasi,” tegas Dwikorita.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan