Sementara itu, beberapa pengamat menilai kasus ini sebagai peringatan keras bagi federasi sepak bola lain agar tidak main-main dengan proses naturalisasi pemain.
FIFA disebut ingin menegaskan bahwa integritas sepak bola dunia tidak bisa ditawar, sekalipun untuk negara dengan program naturalisasi agresif seperti Malaysia.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







