JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia mulai 5 hingga 8 November 2025.
Fenomena ini dipicu oleh Siklon Tropis Kalmaegi yang terdeteksi di sekitar daratan barat laut Filipina, perairan Pulau Cebu, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 70 knot.
# Baca Juga :BREAKING! Langit Kalsel & Kalteng Siaga: BMKG Peringatkan Hujan Petir Sore Ini, Warga Diminta Waspada!
# Baca Juga :Puncak Musim Hujan, BMKG Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca Demi Cegah Banjir Besar!
# Baca Juga :BREAKING NEWS! BMKG Ingatkan Hujan Guyur Kalsel & Kalteng Hari Ini, Warga Diminta Waspada Petir
# Baca Juga :CUACA EKSTREM MENGINTAI KALSEL & KALTENG HARI INI! BMKG: Hujan Petir, Suhu Naik, Lembap Maksimal!
“Pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut, dan di selatan dari selatan hingga barat dengan kecepatan mencapai 30 knot,” tulis BMKG dalam siaran persnya, Rabu (5/11/2025).
BMKG menegaskan, kondisi ini berpotensi menimbulkan gelombang laut tinggi antara 1,25 hingga 4 meter di beberapa wilayah. Masyarakat pesisir, terutama nelayan dan operator kapal, diminta waspada dan tidak memaksakan pelayaran jika kondisi laut memburuk.
“Potensi gelombang tinggi di wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” imbau BMKG.
Daerah dengan Potensi Gelombang 1,25–2,5 Meter:
Laut Natuna Utara
Selat Karimata bagian selatan
Laut Jawa bagian timur dan tengah
Laut Bali
Laut Sumbawa
Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan
Laut Sulawesi (barat, timur, tengah)
Laut Maluku
Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua Barat
Papua Barat Daya
Daerah dengan Potensi Gelombang 2,5–4 Meter:
Selat Malaka bagian utara
Samudra Hindia barat Aceh, Nias, Mentawai, Bengkulu, dan Lampung
Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT
Imbauan BMKG untuk Keselamatan Laut:
BMKG mengingatkan agar nelayan dan pengguna transportasi laut seperti perahu kecil, kapal tongkang, kapal feri, kapal kargo, dan kapal pesiar tidak beraktivitas di area berisiko tinggi.
Warga yang tinggal di pesisir selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara juga diminta mewaspadai potensi rob (banjir pesisir) akibat kombinasi antara pasang air laut dan angin kencang.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis BMKG.






