Pesan tersebut sejalan dengan amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet 20 Oktober 2025, yang menyebutkan bahwa kekuasaan yang dipercayakan rakyat harus digunakan untuk melindungi rakyat dari segala ancaman, termasuk bencana.
Usai apel, seluruh unsur gabungan melakukan pengecekan alat hingga simulasi prosedur tanggap darurat di lapangan. Mulai dari komando komunikasi, rencana evakuasi, penyiapan jalur distribusi bantuan hingga kesiapan medis.
BACA JUGA: Duet Kejutan! Bupati Tanah Laut Nyanyi Bareng Ian Kasela, Stadion Pelaihari Pecah!
Dengan kesiapan dan kolaborasi seluruh stakeholder, Polres Tanah Laut berharap masyarakat dapat merasakan kehadiran negara secara nyata, terutama saat bencana datang tiba-tiba.
Kesiapsiagaan bukan hanya slogan, tetapi tindakan nyata untuk menjaga Tanah Laut selalu aman dan tangguh di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem.
(Kalimantanlive.com/Syahza rei m)







