Geger di AS! Wali Kota New York Terpilih Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi “Full Perempuan”

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Langkah mengejutkan datang dari Zohran Mamdani, Wali Kota New York terpilih 2025. Dalam gebrakan perdananya, Mamdani mengumumkan seluruh anggota tim transisi pemerintahannya diisi oleh perempuan!

Pengumuman ini disampaikan langsung di Queens, New York, Rabu (5/11/2025) waktu setempat, dan sontak menjadi sorotan media global. Dikutip dari The Guardian, tim ini akan dikomandoi oleh Elana Leopold sebagai direktur eksekutif.

# Baca Juga :Hasil Lengkap Liga Champions 2025-2026: Manchester City Menggila, Barcelona Ditahan Brugge dalam Drama 6 Gol!

# Baca Juga :Data BPS 2025: Pengangguran Turun 4.000 Orang, Tapi 47 Juta Warga Masih Bekerja Tak Penuh!

# Baca Juga :WADUH! Sudah 4 Gubernur di Riau Disikat KPK, Abdul Wahid Lebih Parah, Baru 8 Bulan Menjabat Memeras Rp 4 M

# Baca Juga :MELEDAK! Erling Haaland Cetak Rekor Gila di Liga Champions, Jadi Pemain Pertama Tembus 5 Laga Beruntun Cetak Gol

Tim Transisi “Semua Perempuan” yang Bikin Sejarah

Langkah Mamdani ini bukan sekadar simbol politik, melainkan pernyataan tegas tentang kepemimpinan inklusif dan keberagaman gender.
Beberapa nama besar yang masuk dalam tim antara lain:

Maria Torres-Springer, mantan Wakil Wali Kota New York pertama.

Lina Khan, mantan Ketua Komisi Perdagangan Federal AS.

Grace Bonilla, Presiden dan CEO United Way.

Melanie Hartzog, mantan Wakil Wali Kota Bidang Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

“Dalam beberapa bulan mendatang, saya dan tim saya akan membangun balai kota yang mampu memenuhi janji kampanye kami — pemerintahan yang berintegritas, cakap, dan penuh kasih sayang,” tegas Mamdani dalam pidatonya.

57 Hari Menuju Balai Kota

Zohran Mamdani dijadwalkan resmi menjabat pada 1 Januari 2026. Ia memberi waktu 57 hari kepada tim transisi untuk merancang fondasi pemerintahan barunya.

“Kita punya waktu 57 hari, dan itu 57 hari untuk mulai melakukan persiapan,” ujarnya penuh semangat.

Dalam kesempatan itu, Mamdani juga mengajak para pendukungnya kembali berdonasi untuk mendanai operasional tim transisi.

“Beberapa bulan lalu saya minta warga berhenti berdonasi. Hari ini, saya minta mereka mulai lagi — karena perjuangan baru saja dimulai,” katanya dikutip dari CNN International.

Menurutnya, tim transisi membutuhkan dukungan untuk biaya staf, riset, dan infrastruktur.