Misi Politik Inklusif dan Pro-Rakyat
Mamdani menegaskan, timnya akan dibangun atas semangat keadilan sosial dan keberpihakan pada para pekerja kecil — kelompok yang menurutnya selama ini tertinggal akibat politik kota yang elitis.
“Saya ingin New York menjadi kota yang bekerja untuk semua orang, bukan hanya untuk segelintir orang kaya,” ucapnya.
Meski belum menerima ucapan selamat dari Gedung Putih, Mamdani mengaku siap berdiskusi langsung dengan Presiden Donald Trump bila ada kebijakan yang bisa membantu warga New York.
“Jika ada hal yang bisa kita bicarakan demi kebaikan warga kota ini, saya siap dan bersedia berbicara dengan siapa pun,” tutupnya.
Keputusan Mamdani ini mendapat sambutan luas sebagai langkah revolusioner dalam sejarah politik Amerika Serikat.
Untuk pertama kalinya, sebuah tim transisi kota besar diisi sepenuhnya oleh perempuan dari berbagai latar belakang profesional — menandai era baru kepemimpinan yang lebih setara dan berempati.
Dengan visi progresifnya, Zohran Mamdani tampaknya siap membawa New York menuju babak baru: kota inklusif, adil, dan berpihak pada rakyat.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







