Pemkab Tanah Bumbu Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Kekerasan pada Anak di Mantewe

BATULICIN, Kalimantanlive.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Kekerasan pada Anak di Pondok Pesantren Istiqomah, Kecamatan Mantewe, Kamis (06/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Tanah Bumbu dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan perundungan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Andi Rudi Latif, yang sambutannya dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum, M. Yamani. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa bullying dan kekerasan pada anak bukan sekadar gangguan fisik atau verbal, tetapi berdampak jangka panjang pada kesehatan mental, prestasi belajar, dan masa depan anak-anak.

BACA JUGA: Pemkab Tanah Bumbu Tingkatkan Kompetensi Bendahara Sekolah, 66 Peserta Ikuti Pelatihan Pengelolaan Dana BOSP 2025

“Fenomena ini tidak hanya mengganggu proses tumbuh kembang anak, tetapi juga berdampak panjang terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, dan masa depan mereka,” ujar M. Yamani membacakan sambutan Bupati.

Kepala DP3AP2KB, Erli Yuli Susanti, hadir dan memberikan arahan langsung kepada peserta. Ia menekankan pentingnya respons cepat dan tepat saat terjadi perundungan, agar anak-anak selalu merasa aman dan terlindungi.

Dukungan juga datang dari Ketua TP PKK Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, yang berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju Tanah Bumbu yang lebih peduli terhadap tumbuh kembang dan keselamatan anak-anak. Ia juga mendorong anak-anak untuk selalu terbuka kepada orang tua sebagai pihak yang paling memahami mereka.

Acara ini menghadirkan pemateri dari Kodim 1022 Tanah Bumbu dan Polres Tanah Bumbu, dengan tujuan membekali anak-anak dan pendidik dengan pengetahuan serta keberanian untuk melawan bullying. Materi yang diberikan mencakup:

  • Tanda dan dampak bullying

  • Strategi pencegahan dan penanganan

  • Pentingnya komunikasi terbuka antara anak dan orang tua

  • Membangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman

Sosialisasi ini diharapkan menjadi titik awal gerakan kolektif yang berkelanjutan dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada anak. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan keluarga, Tanah Bumbu optimis dapat menciptakan generasi muda yang aman, sehat, dan berdaya saing.

Kalimantanlive.com/MC Tanbu