PEKANBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Suasana tenang di kompleks rumah dinas Gubernur Riau mendadak berubah jadi tegang pada Senin malam (3/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid, yang saat itu tengah ngopi santai di sebuah kafe dalam kompleks rumah dinasnya sendiri!
Detik-detik penangkapan itu diungkap langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang ternyata berada di lokasi bersamaan dengan Abdul Wahid dan Bupati Siak, Afni Zulkifli.
# Baca Juga :WADUH! Sudah 4 Gubernur di Riau Disikat KPK, Abdul Wahid Lebih Parah, Baru 8 Bulan Menjabat Memeras Rp 4 M
# Baca Juga :KPK Bongkar Skandal “Jatah Preman” Proyek Rp 177,4 Miliar, Gubernur Riau Sudah Kantongi Rp 4,05 Miliar
# Baca Juga :Gubernur Riau Abdul Wahid Terjaring OTT KPK, Uang Asing Miliaran Disita, Tenaga Ahli Serahkan Diri
# Baca Juga :TRAGEDI DI PEKANBARU! Bocah SD Tewas Setelah Diinjak Gajah Sumatera, BBKSDA Riau Ungkap Penyebabnya
“Kami lagi ngopi berempat di kafe belakang rumah dinas. Tiba-tiba ramai orang di luar, saya curiga ada apa. Setelah itu saya langsung pulang, sholat, dan nggak tahu lagi apa yang terjadi,” ungkap Hariyanto di Pekanbaru, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, Abdul Wahid sempat terlihat tenang sebelum akhirnya situasi berubah drastis. Tak lama, tim KPK masuk dan menangkap sang gubernur di lokasi tersebut.
Fakta Mengejutkan: Gubernur Sempat Bersembunyi di Kafe!
Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, mengungkapkan bahwa Abdul Wahid sempat bersembunyi di kafe yang berada di area belakang rumah dinas. Gedung berwarna putih yang telah disulap jadi kafe itu berada di kompleks Jalan Diponegoro, bersebelahan dengan Balai Pelangi dan Balai Serindit.
“Tim KPK kemudian bergerak mencari Saudara AW yang diduga bersembunyi. Ia berhasil diamankan di salah satu kafe di area rumah dinasnya,” jelas Tanak di Gedung KPK, Jakarta Selatan.
Dugaan Suap dan Pemerasan
KPK menyebut penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan atas dugaan pemerasan yang dilakukan Abdul Wahid terhadap para Kepala UPT Dinas PUPR PKPP Riau.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan, para Kepala UPT itu telah lebih dulu ditangkap karena hendak menyerahkan uang hasil pengumpulan kepada Abdul Wahid.
“Sudah ada janjian pertemuan. Tapi karena Kepala UPT tak kunjung datang, Wahid mulai curiga. Tak lama kemudian, tim kami datang ke lokasi,” kata Asep.







