WASHINGTON DC, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia kembali menahan napas. Amerika Serikat (AS) dikabarkan meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III yang dijuluki “Rudal Kiamat” pada Rabu (5 November 2025) dini hari waktu setempat.
Langkah ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan agar uji coba senjata nuklir diaktifkan kembali, sebuah langkah ekstrem yang belum pernah dilakukan selama lebih dari tiga dekade terakhir.
# Baca Juga :PEP GUARDIOLA CETAK SEJARAH! Laga ke-1.000 Sang Maestro Saat Manchester City Tantang Liverpool di Etihad
# Baca Juga :Terungkap Mayoritas Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta Pelajar di Bawah 18 Tahun
# Baca Juga :Bupati Ponorogo Terjaring OTT KPK, Sekda, Dirut RSUD, dan Adik Bupati Ikut Dicokok!
# Baca Juga :Bos Nvidia Ramal China Akan Salip Amerika dalam Perlombaan AI, “Tenaga Listriknya Hampir Gratis!”
Menurut laporan New York Post, peluncuran dilakukan oleh Komando Serangan Global Angkatan Udara AS (USAF Global Strike Command) dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California. Rudal berkode GT 254 itu diluncurkan tanpa kendala dan berhasil mendarat di dekat Situs Uji Pertahanan Rudal Balistik Ronald Reagan di Kepulauan Marshall, Samudra Pasifik.
Uji Coba atau Peringatan Dingin Baru?
Meskipun militer AS menegaskan bahwa peluncuran ini sudah dijadwalkan berbulan-bulan sebelumnya, pernyataan Trump baru-baru ini membuat uji coba tersebut tampak sarat pesan politik dan militer.
Trump dalam pidatonya di Gedung Putih menyerukan agar uji nuklir “dikaji ulang” demi memperkuat posisi strategis Amerika di tengah meningkatnya ketegangan global.
Langkah ini sontak memicu kekhawatiran dunia internasional akan kemungkinan kembalinya era Perang Dingin dan perlombaan senjata nuklir baru.
Minuteman III: Senjata Pemusnah Dunia
Rudal LGM-30G Minuteman III merupakan tulang punggung sistem pencegahan nuklir strategis Amerika Serikat sejak tahun 1970-an. Dikenal dengan kecepatan tinggi dan jangkauan lebih dari 13.000 kilometer, rudal ini mampu membawa tiga hulu ledak nuklir independen (MIRV) dan meluncur hanya dalam hitungan menit setelah perintah dikeluarkan.
Rudal tersebut biasanya hanya akan diluncurkan jika terjadi serangan nuklir terhadap AS, sebagai bagian dari kebijakan “Mutually Assured Destruction” (MAD) — sebuah strategi militer yang menjamin kehancuran total bagi kedua pihak jika perang nuklir benar-benar pecah.







