Didukung Investasi Raksasa
Untuk mewujudkan ambisi ini, Microsoft menyiapkan investasi besar-besaran, melibatkan peneliti internal dan ilmuwan top dunia. Salah satunya adalah Karen Simonyan, mantan ilmuwan Google DeepMind dan salah satu pendiri Inflection AI, yang kini ditunjuk sebagai Chief Scientist tim MAI Superintelligence.
Simonyan dikenal sebagai otak di balik model bahasa besar Inflection-1, pesaing awal GPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic.
AI yang Melayani, Bukan Menguasai
Suleyman menegaskan, membangun AI sepintar manusia tapi tetap bisa dikendalikan adalah tantangan terbesar dalam sejarah teknologi modern.
“AI adalah jalan menuju peradaban yang lebih baik — tapi hanya jika ia melayani manusia,” tegasnya.
Ia menyerukan kolaborasi global antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat agar pengembangan AI tetap aman dan beretika.
Dengan visi Humanist Superintelligence, Microsoft tampaknya bertekad menciptakan AI masa depan yang bukan sekadar pintar, tapi juga berperikemanusiaan. Dunia kini menantikan: apakah ini awal dari era baru di mana mesin benar-benar menjadi sahabat manusia?
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI










