Masalah Berasal dari Baterai Produksi Samsung SDI
Stellantis menjelaskan bahwa baterai pada kendaraan terdampak diproduksi oleh Samsung SDI. Investigasi awal menunjukkan penyebab kebakaran diduga berasal dari cacat produksi, mirip dengan kasus penarikan 154.000 unit Jeep pada tahun 2024.
Pihak NHTSA juga menegaskan bahwa kendaraan yang telah menjalani perbaikan dalam program recall 2023 dan 2024 masih berpotensi mengalami masalah serupa, sehingga perlu dilakukan peninjauan ulang.
BACA JUGA: Jeep Wrangler Rubicon 2025 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp 2,38 Miliar!
Stellantis mencatat sembilan kasus kebakaran terjadi pada unit yang telah menerima pembaruan perangkat lunak hasil recall 2024, serta sepuluh insiden lain di luar cakupan perbaikan tersebut.
Sementara itu, Samsung SDI dalam pernyataannya menyebut bahwa kerusakan pada separator baterai kemungkinan menjadi pemicu utama kebakaran, yang memicu reaksi internal hingga menyebabkan panas berlebih.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, Stellantis juga telah menarik lebih dari 298.000 kendaraan di AS karena masalah lain yang berpotensi membuat mobil terguling.
Langkah terbaru ini disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan konsumen serta memperbaiki cacat produk secara cepat dan transparan.
Sumber: Fajarharapan.id










