Stellantis Tarik 375 Ribu Jeep Hybrid Akibat Risiko Kebakaran Baterai

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Raksasa otomotif Stellantis mengumumkan penarikan besar-besaran terhadap ratusan ribu unit Jeep Wrangler dan Jeep Grand Cherokee berteknologi plug-in hybrid (PHEV) akibat potensi kebakaran pada komponen baterai.

Langkah ini diambil setelah muncul sejumlah laporan insiden kebakaran yang melibatkan beberapa unit kendaraan tersebut.

BACA JUGA: Jeep Wrangler 4-Door Rubicon Raih Gelar “Best All Rounder Car 2025”

Lebih dari 375 Ribu Mobil Jeep Ditarik

Sebagai tindakan pencegahan, Stellantis mengimbau para pemilik untuk memarkir kendaraan di area terbuka dan jauh dari bangunan hingga proses pemeriksaan selesai. Upaya ini dilakukan guna meminimalkan risiko kebakaran yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Mengutip laporan Reuters, total sekitar 375.000 unit kendaraan terdampak penarikan ini. Model yang termasuk dalam daftar recall adalah:

  • Jeep Wrangler PHEV produksi 2020–2025

  • Jeep Grand Cherokee 4xe produksi 2022–2026

Dalam laporan ke Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat, Stellantis menyebut telah menerima 19 laporan kebakaran dan satu kasus cedera terkait masalah baterai tersebut. Dari total unit yang ditarik, sekitar 320.000 kendaraan berada di pasar AS.