Terduga Pelaku Diduga Korban Bullying
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan siswa di lingkungan sekolah tersebut.
“Informasi sementara, pelaku masih pelajar,” katanya di Istana Merdeka.
Sejumlah siswa mengaku, pelaku dikenal pendiam, penyendiri, dan sering menggambar tema kekerasan atau darah.
Seorang teman berinisial R (16) menuturkan bahwa pelaku sering jadi korban bullying.
“Katanya sering dibully, suka nonton video kekerasan ekstrem,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti pengaruh konten media sosial yang berpotensi memicu tindakan ekstrem remaja.
“Mungkin karena pengaruh konten di medsos. Tapi penyebab pastinya biar disampaikan aparat,” ujarnya.
Sekolah Berduka, Pemerintah Bergerak Cepat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama KPAI menurunkan tim trauma healing ke SMAN 72 untuk membantu para siswa yang mengalami shock.
Pihak sekolah sementara menutup aktivitas belajar tatap muka hingga proses olah TKP dan pemulihan selesai.
Polisi kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait motif ledakan, jenis bahan peledak, serta kemungkinan keterkaitan dengan kelompok ekstrem atau ideologi tertentu.
💔 Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan akan pentingnya pengawasan terhadap kesehatan mental, perundungan, serta paparan konten berbahaya di media sosial.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







