Berdasarkan data SIMFONI PPA Kalsel, sepanjang Januari–September 2025 tercatat 515 kasus kekerasan dengan 544 korban. Dari jumlah itu, 202 korban perempuan dan 331 korban anak, dengan kekerasan psikis, seksual, dan fisik menjadi kasus terbanyak.
Husnul menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan melalui edukasi, peningkatan kapasitas SDM, hingga layanan perlindungan terintegrasi.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan Penyaluran KUR agar Tepat Sasaran dan Dorong UMKM Naik Kelas
Ia juga mengingatkan bahwa upaya perlindungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.
“Mari kita mulai dari rumah, sekolah, dan komunitas dengan menanamkan nilai kesetaraan serta saling menghargai,” tuturnya.
Sebagai penutup, Husnul mengajak seluruh peserta untuk aktif menolak dan melaporkan setiap bentuk kekerasan.
“Dengan kerja sama yang kuat, kita bisa mencetak generasi yang lebih baik, perempuan yang berdaya, dan keluarga yang sejahtera,” pungkasnya.
Sumber: MC Kalsel







