Pelaku Bullying Bakal Gagal Masuk Kampus Top Meski Nilai Langit, 45 Calon Mahasiswa Sudah Tersingkir!

KALIMANTANLIVE.COM – Gelombang reformasi pendidikan tengah mengguncang Korea Selatan! Universitas-universitas elit kini memperketat seleksi masuk dan menolak calon mahasiswa yang memiliki rekam jejak bullying—meskipun nilai akademiknya nyaris sempurna.

Langkah ini bukan main-main. Tahun lalu saja, dua calon mahasiswa dengan skor CSAT (College Scholastic Ability Test) tinggi—yang setara ujian masuk perguruan tinggi nasional—tetap dicoret oleh Seoul National University (SNU) setelah ditemukan catatan perundungan sejak masa sekolah dasar hingga SMA.

# Baca Juga :Harga Emas Antam Meledak Naik: Sentuh Rp 2,3 Juta/Gram, Pasar Panas!

# Baca Juga :Miss Universe 2025 Memanas: Finalis Walkout, Direktur Nangis, Drama Pecah di Panggung Dunia!

# Baca Juga :Turis Inggris Ditangkap Usai Buka Kelas “Yoga Seks” Ilegal di Thailand, Tarif Cuma Rp 200 Ribuan!

# Baca Juga :GEMPAR GRAMMY 2026! K-Pop Cetak Rekor, Tapi Deretan Idol Top Justru GIGIT JARI!

45 Calon Mahasiswa Tersingkir: Rekam Jejak Buruk Tak Bisa Disembunyikan!

Laporan Korea Joong Daily mengungkap fakta mencengangkan: 45 calon mahasiswa dari enam universitas nasional besar langsung ditolak karena riwayat kekerasan di sekolah. Praktik seleksi ini menandai pergeseran besar di Korea Selatan—dari fokus akademik menuju penilaian karakter dan moral.

Dua pelamar SNU yang gagal masuk itu mendaftar lewat jalur reguler, yang biasanya hanya melihat skor CSAT. Namun kebijakan internal SNU memberikan pengurangan nilai hingga dua poin bagi pelamar yang pernah terkena sanksi disiplin terkait bullying. Skor tinggi pun tak mampu menyelamatkan mereka.

Gelombang Penolakan Menyebar ke Banyak Kampus

Bukan hanya SNU yang menerapkan kebijakan ketat. Deretan universitas terkemuka mengikuti jejak serupa:

Kyungpook National University: 22 pelamar ditolak

Pusan National University: 8 pelamar ditolak

Kangwon National University: 5 pelamar ditolak

Jeonbuk National University: 5 pelamar ditolak

Gyeongsang National University: 3 pelamar ditolak

Namun, ada juga universitas yang masih longgar. Chonnam, Jeju, Chungnam, dan Chungbuk hanya menolak pelamar pada jalur-jalur tertentu, seperti jalur atlet.

Kebijakan Nasional Mulai Tahun Depan: Tak Ada Lagi Tempat untuk Perundung

Mulai tahun depan, pemerintah Korea Selatan meresmikan kebijakan nasional: semua universitas wajib memberikan sanksi seleksi—termasuk pemotongan nilai—bagi pelamar dengan rekam jejak bullying.

Kebijakan ini dipicu kasus besar tahun 2023, ketika anak seorang mantan jaksa, Chung Sun-sin, terungkap sebagai pelaku bullying berat. Ia hanya dipindahkan ke sekolah lain, namun tetap lolos ke SNU dengan pengurangan nilai minimal. Publik pun meledak marah, memicu revisi kebijakan besar-besaran.