KALIMANTANLIVE.COM – Dunia arkeologi kembali dikejutkan dengan temuan langka dari Izernore, wilayah timur Perancis. Tim peneliti dari Institut Nasional untuk Penelitian Arkeologi Preventif (INRAP) yang dipimpin Emmanuel Ferber berhasil mengangkat sekumpulan tablet kayu bertinta dan aneka perkakas dari era Romawi—berusia hampir 2.000 tahun—dalam kondisi mengejutkan: masih utuh dan dapat dibaca!
Penemuan ini membuka jendela baru ke kehidupan sehari-hari penduduk pemukiman Romawi kuno Isarnodurum.
# Baca Juga :Penemuan Mengejutkan! Jejak Kehidupan Purba 280 Juta Tahun Terungkap di Pegunungan Alpen
# Baca Juga :Ajak Pelajar Tanah Bumbu, Pemprov Kalsel Gelar Jelajah Cagar Budaya ke Goa Liang Bangkai
# Baca Juga :VIRAL Mekkah hingga Madinah yang Tandus Menghijau, Ternyata 400.000 Tahun Lalu Daerah Subur
Artefak yang Seolah Membekukan Waktu
Sedikitnya 15 fragmen tablet kayu bertinta, sisir bergigi ganda, kumparan spindel, wadah kecil (pyxides), hingga sol sepatu anak ditemukan di dasar sumur-sumur kuno.
Yang paling menarik perhatian adalah sepasang sol sepatu anak berukir dari kayu maple, lengkap dengan detail teknik paku dan sistem pengikat tali kulit. Para ahli memperkirakan ukurannya cocok untuk anak berusia empat hingga tujuh tahun.
Selain itu, limbah pembubutan, serutan kayu, dan potongan setengah jadi menunjukkan adanya bengkel produksi lokal di masa itu. Kayu boxwood—bahan favorit pengrajin Romawi—mendominasi temuan, disusul cemara, ash, hazel, dan maple yang menandakan pemanfaatan hutan secara luas.
Kok Bisa Awet Ribuan Tahun? Ini Rahasianya
Keawetan luar biasa artefak kayu ini disebabkan oleh lingkungan sumur yang anoksik—minim oksigen. Kondisi gelap, lembap, dan terendam air ini menghambat mikroba pengurai, sehingga kayu dapat bertahan ribuan tahun tanpa lapuk.
Lapisan tanah liat kedap air di sekitar sumur menjaga kelembapan stabil meski pemukiman telah lama ditinggalkan. Secara tak sengaja, sumur-sumur itu berubah menjadi “brankas” alami yang mengunci sejarah.
Fenomena serupa juga ditemukan di situs arkeologi lain, di mana artefak tertimbun lumpur sungai atau sedimen jenuh air.
Dari Lapangan Menuju Lab: Melawan Kerentanan Kayu Kuno
Seluruh artefak dibawa ke fasilitas konservasi ARC-Nucleart di Grenoble. Di sana, spesialis xilologi meneliti jenis kayu, pola pertumbuhan, teknik pengerjaan, serta fungsi objek.








