Turis Inggris Ditangkap Usai Buka Kelas “Yoga Seks” Ilegal di Thailand, Tarif Cuma Rp 200 Ribuan!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Dunia pariwisata Thailand kembali diguncang! Seorang turis Inggris berusia 40 tahun, Maria Shchetinina, diamankan aparat setelah kedapatan membuka kelas “yoga seks” ilegal yang meresahkan warga lokal.

Maria diciduk saat sedang memimpin sesi kelas di belakang sebuah restoran bergaya New Age pada Selasa, seperti dilaporkan South China Morning Post (10/11/2025). Kelas tersebut diberi nama “Maria Sky Love”, dengan tarif 400 baht atau sekitar Rp 200 ribuan per sesi, khusus bagi turis asing setiap hari Selasa.

# Baca Juga :CUACA KALSEL-KALTENG 10 NOVEMBER: Hujan Ringan Menyapu Wilayah, Petir Siaga di Banjar & Barito Kuala!

# Baca Juga :Pemilik Travel Boyolali Diciduk: 140 Wisatawan Makan Tanpa Bayar, Tagihan Membengkak!

# Baca Juga :Harga Emas Antam Meledak Naik: Sentuh Rp 2,3 Juta/Gram, Pasar Panas!

# Baca Juga :Miss Universe 2025 Memanas: Finalis Walkout, Direktur Nangis, Drama Pecah di Panggung Dunia!

Warga Koh Phangan sudah lama gelisah dengan kegiatan yang dipimpin Maria. Kelas itu disebut-sebut mempraktikkan pose-pose yang menjurus pada aksi seksual, membuat komunitas setempat semakin resah.

Ketika diperiksa, Maria sama sekali tidak memiliki dokumen kerja resmi. Ia masuk Thailand menggunakan visa turis, padahal menurut otoritas setempat, profesi instruktur “yoga tantra” tidak termasuk dalam daftar pekerjaan yang diperbolehkan bagi warga asing.

“Perilaku tersangka melanggar Keputusan Darurat Manajemen Kerja Orang Asing karena bekerja sebagai instruktur yoga tantra berada di luar lingkup pekerjaan yang diizinkan,” ujar seorang pejabat, dikutip dari surat kabar Mirror.

Polisi menyita materi pengajaran, tiket pendaftaran, brosur iklan, catatan tantra, hingga papan promosi lengkap dengan foto serta kode QR milik Maria. Sebagian materi itu mempromosikan kursus “yoga tantra–seksualitas sakral” tingkat lanjut yang memerlukan pasangan pria-wanita dan mengandung elemen konten eksplisit, menurut laporan Khao Sod.

Inspektur polisi pariwisata Thailand, Winit Boonchit, menegaskan bahwa pihaknya sedang memperketat pengawasan terhadap kegiatan berisiko yang berpotensi mencoreng citra pariwisata negara tersebut.