MYAWADDY, KALIMANTANLIVE.COM — Fakta mencengangkan terungkap di balik klaim pemerintah Myanmar yang menyebut telah menghancurkan pusat-pusat penipuan daring (scam) di wilayah perbatasan.
Analisis citra satelit terbaru justru membuktikan bahwa mayoritas bangunan di kompleks KK Park, Myawaddy, masih berdiri kokoh dan beroperasi seperti biasa.
# Baca Juga :TERNYATA! Suku Anak Dalam Ternyata Jadi Korban Tipu Sindikat TPPO dalam Kasus Penculikan Bilqis
# Baca Juga :Bahlil Lahadalia Semprot Dirjen Gakkum ESDM Soal Tambang Ilegal: “Kalau Nyali Tidak Ada, Pertimbangkan Saja!”
# Baca Juga :Makna Mendalam Tema Hari Kesehatan Nasional 2025: “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”
# Baca Juga :Ingin Naik Kelas! Begini Syarat dan Ketentuan Lengkap Ubah HGB Jadi SHM untuk Rumah
Laporan eksklusif AFP mengungkap bahwa tindakan militer Myanmar yang diklaim sebagai “operasi pemberantasan scam” hanyalah aksi pencitraan publik. Dari hasil pemantauan satelit, hanya 22 bangunan yang benar-benar hancur, sementara sekitar 80 bangunan tampak rusak ringan atau sebagian, dan tiga perempat bangunan lainnya masih utuh.
“Militer sedang melakukan aksi publisitas di KK Park,” tegas Jason Tower, pakar senior dari Global Initiative against Transnational Organized Crime (GI-TOC), kepada AFP, Selasa (11/11/2025).
Tower menyebut tindakan junta Myanmar hanya sebatas sandiwara untuk menciptakan kesan seolah mereka serius menindak sindikat kejahatan siber yang marak di wilayah itu.
Citra Satelit Bongkar Kebohongan Pemerintah
Meski surat kabar pemerintah The Global New Light of Myanmar menulis bahwa “semua bangunan sedang dihancurkan”, bukti visual dari Planet Labs PBC menunjukkan sebaliknya.
Foto satelit antara 30 Oktober hingga 9 November 2025 memperlihatkan bagian tengah kompleks KK Park—yang justru merupakan area pengembangan terbaru—tidak mengalami kerusakan sama sekali.
Beberapa wilayah memang tertutup awan, namun secara keseluruhan, aktivitas pembangunan masih terus berlangsung, bukan penghancuran.
Ledakan Diduga Rekayasa untuk Publikasi
Penduduk di sekitar KK Park melaporkan terdengar ledakan-ledakan berkala sejak operasi diumumkan.
Televisi pemerintah Myanmar bahkan menayangkan video “penghancuran” bangunan dengan alat berat dan ledakan besar.
Namun, para analis menilai video itu hanya menampilkan sebagian kecil lokasi yang benar-benar dihancurkan, sedangkan sisanya tetap dibiarkan berdiri.
“Klaim militer Myanmar bahwa mereka telah membongkar seluruh sindikat penipuan itu tidak benar sama sekali,” ujar Tower menegaskan.
Markas Scam Jadi Sumber Dana Milisi
KK Park bukan sekadar kompleks penipuan daring. Wilayah itu dikenal sebagai pusat ekonomi gelap yang menjadi sumber pendanaan bagi kelompok-kelompok milisi yang bersekutu dengan junta militer.
Para analis meyakini militer sengaja membiarkan bisnis gelap ini tetap hidup sebagai imbalan atas dukungan dari kelompok bersenjata lokal.
Langkah ini dianggap sebagai strategi bertahan, terutama di tengah tekanan diplomatik dari China, yang selama ini menjadi sekutu utama junta namun juga menuntut penutupan pusat-pusat scam lintas perbatasan.







