LONGSOR DI CILACAP: 3 Tewas, 21 Hilang, Puluhan Warga Terjebak dalam Hitungan Detik

BOGOR, KALIMANTANLIVE.COM – Bencana longsor dahsyat menghantam Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dan mencatatkan total 47 korban. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengonfirmasi tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara 21 lainnya masih hilang dan dalam pencarian intensif.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa 23 warga berhasil selamat dari terjangan tanah yang bergerak begitu cepat dan memutus akses di sekitar lokasi.

# Baca Juga :Satu Keluarga Tertimbun Longsor di Trenggalek, Empat Tewas dan Satu Selamat

# Baca Juga :ALERT! Cuaca Ekstrem 9-10 Juli 2025: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Landa Kalimantan dan Papua, Siaga Banjir & Longsor!

# Baca Juga :Longsor Tambang Cirebon Tewaskan 21 Orang, Pakar IPB Bongkar Kesalahan Fatal: “Metode Galian Keliru, Pengawasan Lemah!”

# Baca Juga : Tragedi Tambang Emas di Kapuas Tengah! Empat Penambang Tewas Tertimbun Longsor Saat Hujan Gerimis

“Total korban ada 47. Rinciannya, 3 korban meninggal dunia, 23 orang selamat, dan 21 lainnya masih dicari,” ujarnya di Bogor, Jumat (14/11/2025).

Tim SAR gabungan kini dikerahkan maksimal dengan alat berat, pompa, dan tenaga lapangan untuk mempercepat pencarian para korban yang belum ditemukan. Di sisi lain, kebutuhan dasar warga sekitar turut dipastikan terpenuhi agar penanganan darurat berjalan aman dan terkendali.

Longsor dipicu hujan lebat pada Kamis malam (13/11). Salah satu saksi mata, Edi, menggambarkan momen sebelum bencana sebagai detik-detik menegangkan yang datang tanpa peringatan.

“Sekitar jam 19.30 WIB, tiba-tiba ada suara gemuruh besar. Kayak truk nurunin material, tapi jauh lebih kuat,” katanya.

Edi mengungkapkan suasana langsung berubah gelap, diikuti angin kencang dari arah tebing yang longsor.

“Tahu-tahu gelap semua. Pohon kelapa sampai kayak jalan di atas tanah,” ucapnya menggambarkan kedahsyatan momen itu.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI