KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah video yang merekam atap dan plafon SDN 156 Kalukubodo ambruk mendadak viral. Namun, bukan hanya kondisi sekolah yang jadi sorotan—guru yang merekam video itu justru muncul dengan permintaan maaf publik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba pun memberikan penjelasan atas kejadian yang memicu perdebatan ini.
Kepala Disdikbud Bulukumba, Andi Buyung Saputra, menyebut guru tersebut dipanggil untuk klarifikasi terkait narasi yang disampaikan dalam video awal. Ia menilai ada informasi yang dianggap tidak tepat dan perlu diluruskan.
# Baca Juga :HEBOH TANJUNG PRIOK! Sahroni Kerahkan Alat Berat Robohkan Rumah yang Pernah Dijarah Massa
# Baca Juga :KYIV DIGEMPUR TANPA HENTI! Serangan Masif Rusia Hantam Hampir Seluruh Distrik Ibu Kota Ukraina
# Baca Juga :DRAMA PAHIT KAMERUN! Gol di Detik Terakhir Hancurkan Asa Onana ke Piala Dunia 2026
# Baca Juga :LONGSOR DI CILACAP: 3 Tewas, 21 Hilang, Puluhan Warga Terjebak dalam Hitungan Detik
“Setelah kita klarifikasi, memang ada disinformasi yang disampaikan. Di video dinarasikan seolah membahayakan anak-anak, padahal ruangan itu sudah tidak dipakai untuk belajar,” ujarnya, Jumat (15/11/2025).
Buyung menegaskan permintaan maaf dari guru itu disebut murni inisiatif pribadi, bukan karena tekanan dari pihak mana pun.
“Apa yang mau dipaksakan? Dia membuat klarifikasi dengan narasinya sendiri. Itu hak beliau,” tambahnya.
Menurut Buyung, satgas daerah juga ikut melakukan pengecekan dan klarifikasi, hingga akhirnya guru tersebut menyadari adanya kekeliruan informasi yang ia sampaikan.
Insiden robohnya atap-plafon terjadi Selasa (11/11) di ruangan yang sebenarnya sudah tidak digunakan selama satu tahun terakhir karena berbahaya. Video yang beredar juga memperlihatkan ruangan dalam keadaan kosong tanpa bangku.







