JAKARTA, Kalimantanlive.com – Banyak orang menikmati makanan kukusan saat masih hangat, namun sebagian membiarkannya berada di suhu ruang hingga benar-benar dingin. Kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan risiko kesehatan jika tidak ditangani dengan benar.
Spesialis gizi klinis Ardian Sandhi Pramesti menjelaskan bahwa makanan yang direbus atau dikukus mengandung kadar air tinggi, sehingga mudah tercemar bakteri apabila dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
BACA JUGA: Bukan Cuma Wortel! Ini 4 Makanan dengan Kandungan Vitamin A Lebih Tinggi
“Makanan hasil kukusan atau rebusan sangat rentan terkontaminasi ketika berada dalam rentang suhu 4°C hingga 60°C. Pada suhu tersebut, bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Bacillus cereus dapat berkembang biak dengan cepat,” ujarnya, dikutip dari Detik.
Menurut Ardian, salah satu penyebab utama penyakit bawaan makanan adalah proses pendinginan yang tidak tepat.
“Jika makanan dibiarkan mendingin perlahan di meja, bakteri bisa menghasilkan toksin yang tidak hilang meskipun dipanaskan ulang,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa bahan berkarbohidrat tinggi seperti kentang, singkong, dan jagung sangat rentan terhadap pertumbuhan Bacillus cereus.
Meski begitu, makanan kukusan tetap aman dikonsumsi selama ditangani dan disimpan sesuai standar keamanan pangan. Risiko muncul ketika makanan terlalu lama didiamkan di suhu ruang.










