JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Laga Italia kontra Norwegia di San Siro pada Senin (17/11/2025) dini hari WIB bukan sekadar pertandingan terakhir Grup I. Bagi Azzurri, ini adalah duel menjaga martabat sekaligus pemanasan menuju play-off Piala Dunia 2026—fase yang menghantui mereka dalam dua edisi sebelumnya.
Italia berada di posisi kedua dengan 18 poin, terpaut tiga angka dari Norwegia yang memimpin klasemen dengan 21 poin. Secara matematis, Italia masih bisa lolos langsung, namun syaratnya nyaris mustahil: menang minimal 17-0. Dengan selisih gol yang besar, tiket otomatis tampaknya hanya mimpi.
# Baca Juga :DRAMA PAHIT KAMERUN! Gol di Detik Terakhir Hancurkan Asa Onana ke Piala Dunia 2026
# Baca Juga :Mauro Zijlstra Ungkap Suasana Sunyi Ruang Ganti Timnas Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
# Baca Juga :Arab Saudi Amankan Tiket Piala Dunia 2026, Irak Lanjut ke Putaran Kelima
# Baca Juga :Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Kalah 0–1 dari Irak
Situasi ini membuat fokus Gennaro Gattuso bergeser. Bagi sang pelatih, yang terpenting sekarang adalah memulihkan mental pemain usai periode penuh gejolak sejak pemecatan Luciano Spalletti.
“Italia yang rapuh ini butuh terus berkembang sambil terlindung dari kontroversi dan membangun kembali kepercayaan diri menjelang tujuan utama: lolos dari play-off,” kata Gattuso, dikutip dari Football Italia.
Harapan memperpendek selisih gol semestinya tercipta saat menghadapi Moldova. Namun kenyataan jauh dari harapan—Italia hanya menang 2-0 dua kali, sedangkan Norwegia tampil beringas dengan skor 5-0 dan 11-1.
Melawan Norwegia, Gattuso menegaskan bahwa Azzurri bermain demi kehormatan.
“Ini bukan hal remeh. Menyamai mereka dengan 21 poin di puncak klasemen akan menjadi dorongan besar bagi harga diri kami,” ujarnya.







