JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Niat seorang pria untuk tampil sempurna di hadapan calon mertua justru berujung tragedi memilukan. Seorang pria asal China, bernama samaran Li Jiang (36), meninggal dunia setelah menjalani operasi bariatrik demi terlihat lebih langsing sebelum diperkenalkan kepada keluarga kekasihnya.
Tragedi ini pertama kali diberitakan oleh Hindustan Times. Li, pria asal Xinxiang, Provinsi Henan, memiliki tinggi 174 cm dengan berat lebih dari 130 kg. Ia telah lama berjuang menghadapi obesitas serta kesulitan mengontrol pola makan. Hubungan percintaannya yang mulai serius membuatnya ingin tampil lebih percaya diri di hadapan calon mertuanya.
# Baca Juga :Dewi Perssik Geram Diserang Video Hoaks Usir Irish Bella: Siap Tempuh Jalur Hukum, Bukti Sudah di Tangan Pengacara
# Baca Juga :Sindikat Penjualan Anak Terbongkar Usai Kasus Bilqis: Jaringan Lintas Provinsi Diburu Tim Gabungan Bareskrim
# Baca Juga :ITALIA vs NORWEGIA: Duel Panas Penentu Harga Diri Jelang Play-Off Piala Dunia 2026!
Sang kakak menyebut Li tengah bersiap menuju jenjang pernikahan. “Dia ingin menurunkan berat badan sebelum bertemu calon mertua. Itu semua karena persiapan menuju pernikahan,” ujarnya.
OPERASI BERJALAN MULUS, KONDISI MENDADAK MEROSOT
Li menjalani operasi bariatrik di Rumah Sakit Rakyat Kesembilan Zhengzhou pada 2 Oktober. Prosedur awalnya berlangsung lancar. Setelah dirawat sementara di ICU, ia dipindahkan ke ruang perawatan umum.
Namun dua hari kemudian, tepatnya 4 Oktober pagi, kondisi tubuhnya drop drastis. Li ditemukan tidak bernapas sekitar pukul 06.40 dan segera dibawa kembali ke ICU. Tim medis berupaya melakukan penanganan darurat, namun nyawanya tak tertolong. Li dinyatakan meninggal pada 5 Oktober akibat gagal napas.
RIWAYAT PENYAKIT MEMPERBERAT RISIKO
Catatan medis menunjukkan Li mengalami peningkatan berat badan dalam setahun terakhir dan memiliki sejumlah komorbid seperti:
Sindrom metabolik
Hipertensi
Perlemakan hati
Dengkuran keras saat tidur, yang mengarah pada dugaan gangguan napas serius
Semua kondisi tersebut diyakini turut memperbesar risiko komplikasi pascaoperasi.







