JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus penculikan balita Bilqis (4) di Makassar membuka tabir gelap perdagangan anak berkedok adopsi ilegal. Temuan mengejutkan ini mendorong Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA–PPO) Bareskrim Polri menurunkan asistensi penuh sekaligus membentuk tim investigasi gabungan untuk memburu para pelaku yang diduga beroperasi lintas provinsi.
Direktur PPA–PPO Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah, menegaskan bahwa penyelidikan besar-besaran kini resmi dimulai.
# Baca Juga :ITALIA vs NORWEGIA: Duel Panas Penentu Harga Diri Jelang Play-Off Piala Dunia 2026!
# Baca Juga :HARGA EMAS ANTAM ANJLOK DI AKHIR PEKAN! Investor Panik, Pasar Bergejolak
# Baca Juga :MyBCA Resmi Meluncur di WearOS, Transaksi QRIS Tap Kini Bisa Dilakukan Langsung dari Smartwatch
# Baca Juga :Jadwal Lengkap MotoGP Valencia 2025, Duel Penutup Musim Siap Meledak Malam Ini
“Benar, kami melakukan asistensi dan back up. Saat ini sedang dipersiapkan tim gabungan atau joint investigation,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Meski belum membeberkan detail temuan, Nurul memastikan seluruh fakta yang telah terkumpul akan ditelaah secara mendalam.
“Semua masih dalam pendalaman. Jika ada perkembangan, pasti kami informasikan,” tambahnya.
Jaringan Meluas ke Empat Provinsi
Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap bahwa tersangka penculik Bilqis merupakan bagian dari sindikat kriminal terorganisasi. Mereka diduga beraksi di Bali, Jawa Tengah, Jambi, hingga Kepulauan Riau.
“Ada fenomena yang terus berkembang, termasuk beberapa lokasi kejadian lain yang berkaitan dengan penjualan anak maupun bayi,” kata Djuhandhani, dikutip dari detikSulsel, Kamis (13/11/2025).







