KALIMANTANLIVE.COM – Persaingan militer antara China dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Beijing resmi mengoperasikan kapal induk tercanggihnya, CNS Fujian. Kapal ini digadang-gadang sebagai pesaing langsung USS Gerald R. Ford, kebanggaan Angkatan Laut Amerika Serikat. Modernisasi cepat militer China di bawah Presiden Xi Jinping menargetkan kekuatan kelas dunia pada 2049, dan Fujian menjadi simbol ambisi tersebut.
Menurut laporan Pentagon, China kini memiliki armada laut terbesar di dunia berdasarkan jumlah kapal, dengan lebih dari 370 unit, termasuk tiga kapal induk. Sebagai respons, AS tetap mengandalkan 11 kapal induk sebagai tulang punggung kekuatan globalnya, khususnya di Pasifik Barat.
# Baca Juga :Operasi Zebra 2025 Dimulai! Warga Wajib Waspada, Ini Daftar Pelanggaran dan Denda yang Bisa Menguras Kantong
# Baca Juga :Portugal Mengamuk 9-1! Ronaldo Rayakan Lolos ke Piala Dunia 2026 dan Bidik Rekor Sejarah Baru
# Baca Juga :Tragedi Bullying Mengguncang Tangerang Selatan, Presiden Prabowo Desak Penanganan Cepat dan Tuntas
Teknologi Terkini: Katapel Elektromagnetik hingga Jet Siluman
Baik USS Gerald R. Ford maupun CNS Fujian menjadi kapal induk pertama dari masing-masing negara yang dibekali teknologi electromagnetic aircraft launch system (EMALS). Teknologi ini memungkinkan peluncuran pesawat lebih berat dengan efisiensi lebih tinggi dibanding sistem uap tradisional.
Gerald R. Ford memiliki empat katapel EMALS, sementara Fujian menyematkan tiga unit. Keduanya juga dirancang mengoperasikan jet tempur siluman berbasis kapal induk. Gerald R. Ford dapat membawa F-35C, sedangkan rekaman menunjukkan Fujian mampu meluncurkan dan mendaratkan J-35, jet siluman yang memiliki kemiripan desain dengan F-35C.
Propulsi: Nuklir vs Turbin Uap
Keunggulan utama kapal induk AS terletak pada sistem propulsi. Seluruh kapal induk aktif Amerika menggunakan tenaga nuklir, memungkinkan operasi hingga 20–25 tahun sebelum pengisian ulang reaktor.
Sebaliknya, Fujian masih mengandalkan turbin uap dengan generator diesel, seperti dua kapal induk China sebelumnya, Liaoning dan Shandong. Meski lebih modern, sistem ini tetap membatasi daya jelajah dan durasi operasional jika dibandingkan mesin nuklir Amerika.

Ukuran dan Kapasitas Pesawat
Fujian menjadi kapal perang terbesar yang pernah dibangun China, memiliki bobot lebih dari 80.000 ton. Namun, ukurannya masih lebih kecil dibanding USS Gerald R. Ford yang mencapai 112.000 ton.
Panjang Fujian adalah 1.036 kaki, sedangkan Gerald R. Ford mencapai 1.106 kaki. Perbedaan dimensi ini berdampak pada kapasitas pesawat: Fujian diperkirakan mampu membawa 50–60 pesawat, sementara Gerald R. Ford dapat membawa lebih dari 75 pesawat tempur dan pesawat peringatan dini.







