Fatalitas Kecelakaan Masih Tinggi, Operasi Zebra Intan 2025 Mulai Digelar di Tala

Termasuk di dalamnya penggunaan knalpot brong. “Ya, itu masuk kategori kendaraan tidak sesuai spesifikasi,” tegas Kasat Lantas Iptu Adhitya Rizki Ridhotomo.

Jajaran Dishub, Kodim 1009/TLa, Satpol PP, dan Damkar mengikuti apel gelar pasukan Operasi Zebra Intan 2025. (Kalimantanlive.com/SyahzaRM)

Tren Kecelakaan Menurun, Namun Risiko Masih Mengancam Data Polres Tala menunjukkan pada 2023 tercatat 14 kasus fatal, turun menjadi 11 kasus pada 2024. Melalui Operasi Zebra tahun ini, diharapkan tren tersebut bisa kembali ditekan.

BACA JUGA: Atlet Renang Tuan Rumah Kembali Sumbang Emas, Kontingen Tala Masih Tetap Unggul Sementara dengan Puluhan Emas

Menurut Kapolda, mayoritas kecelakaan dipicu kelalaian pengguna jalan dan rendahnya kepatuhan terhadap aturan. Karena itu, operasi mengedepankan edukasi, teguran simpatik, hingga pemanfaatan ETLE statis maupun mobile.

Instruksi Kapolda: Antisipasi, Edukasi, dan Tangkal Hoaks Seluruh personel diinstruksikan melakukan deteksi dini serta memetakan titik rawan kecelakaan dan macet. Sosialisasi keselamatan lalu lintas dilakukan melalui spanduk, baliho, media sosial dan media massa.

Kapolda juga meminta jajaran kepolisian melawan hoaks seputar Operasi Zebra dengan opini tandingan yang tepat sasaran.

Tiga Jalur Utama Operasi

Operasi Zebra Intan 2025 menerapkan tiga pola:

1. Preemtif
– Sosialisasi masif melalui media
– Sambang komunitas R2 dan R4
– Penyuluhan ke sekolah, kampus, perusahaan
– Pemasangan rambu di titik rawan