Lionsgate menginvestasikan lebih dari 90 juta dolar AS atau sekitar Rp1,5 triliun untuk membangkitkan kembali waralaba populer ini.
Seperti dua film sebelumnya, pendapatan terbesar diperkirakan tetap berasal dari pasar internasional, meski Lionsgate biasanya menjual hak distribusi luar negeri untuk mengurangi risiko finansial.
Sumber: Antaranews







