KALIMANTANLIVE.COM — Eksperimen luar angkasa China kembali mencuri perhatian dunia. Pada 31 Oktober 2025, negara tersebut sukses mengirim sekelompok “astronaut tikus” ke stasiun luar angkasa. Setelah hampir dua minggu hidup di orbit, apa yang terjadi pada hewan kecil ini akhirnya mulai terungkap—dan hasilnya membuka kemungkinan besar bagi masa depan manusia di antariksa.
Tikus Dipilih Karena Mirip dengan Manusia? Ini Alasannya
# Baca Juga :BUMN Dipangkas Besar-Besaran: Dari 1.000 Perusahaan Dipertahankan 200! Danantara Ungkap Alasan Mendasarnya
# Baca Juga :Wamenkes Luruskan Isu Panas BPJS Kesehatan: Ingat Bukan Hanya untuk Warga Miskin!
# Baca Juga :Terkuak Ladang Ganja Raksasa 51,75 Hektare di Aceh: 26 Titik Penanaman Dibongkar Bareskrim Polri!
# Baca Juga :PLAVE Pecahkan Rekor Gila: Album Baru ‘PLBBUU’ Tembus 1 Juta Kopi dalam Sepekan!
Tikus bukan sekadar hewan percobaan random. Ilmuwan memilihnya karena struktur genetiknya memiliki banyak kesamaan dengan manusia. Ukurannya yang kecil, kemampuan reproduksi cepat, serta kemudahan untuk dimodifikasi secara genetik membuatnya ideal untuk mempelajari bagaimana organisme hidup berkembang di lingkungan ekstrem seperti ruang hampa antariksa.
Selama misi berlangsung, tikus dipantau dengan rekaman video multidimensi nonstop, termasuk saat berada di orbit. Data visual ini kini dianalisis untuk melihat dampak gravitasi mikro terhadap perilaku mereka.
“Eksperimen ini menjadi fondasi penting untuk riset mamalia berskala besar di orbit,” ujar Zhang Lu dari Technology and Engineering Center for Space Utilization, Chinese Academy of Sciences.
Mengungkap Rahasia Biologi Antariksa
Usai kembali ke Bumi, para peneliti akan memeriksa perilaku, fisiologi, hingga indikator biokimia tikus. Riset ini sangat penting untuk memahami bagaimana tubuh makhluk hidup—termasuk manusia—beradaptasi dengan lingkungan luar angkasa dalam jangka panjang.
“Temuan ini krusial, bukan hanya untuk masa depan kehidupan dan reproduksi manusia di luar angkasa, tetapi juga membuka wawasan baru bagi kesehatan manusia di Bumi,” kata pakar CSU, Huang Kun.
Eksperimen ini juga menandai langkah besar bagi kemampuan China dalam penelitian life science berbasis orbit.
Selain Tikus, Astronaut China Juga Lakukan Banyak Pekerjaan Berat
Kru stasiun luar angkasa melakukan empat aktivitas luar wahana (EVA) dan beberapa tugas teknis penting, mulai dari pemasangan pelindung puing antariksa, pemeriksaan fasilitas eksternal, hingga pemasangan adaptor peralatan baru.
Di dunia penelitian ilmiah, mereka juga mencatatkan kemajuan besar dalam:
Fisika gaya berat mikro
Material antariksa
Kedokteran antariksa
Teknologi kedirgantaraan terbaru







