KOTABARU, Kalimantanlive.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotabaru mencatat angka anak tidak sekolah (ATS) sebanyak 10 ribu. Angka ini berdasarkan data diterima dari Kementerian Pendidikan pada 2024 lalu.
Data tersebut diungkapkan Plt Kepala Disdikbud Kotabaru Taufikurrahman, kemarin di ruang kerjanya.
Baca Juga : Pelajar Paud – SD Hingga SMP Menerima Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Pemkab Kotabaru
Namun menurut Taufikurrahman, indikator penyebab ATS terbagi tiga, yakni antara lain anak yang belum pernah sekolah, anak putus sekolah atau berhenti, dan anak lulus sekolah tidak melanjutkan.
Berdasarkan data ini, Disdikbud melakukan pemetaan dan mengambil beberapa langkah. Melakukan survei dan menggunakan aplikasi dari Kementerian Pendidikan yang di isi masing-masing sekolah.
Baca Juga : Disdikbud Kotabaru Pertama di Kalsel Mengadakan Pelatihan Matematika Metode Gasing
Alhasil dari angka 10 ribu ATS, bisa diturunkan menjadi 8 ribu ATS. “Termasuk anak yang sekolah, misal sekolah arab tapi tidak terdaftar di Dapodik, tidak terdaftar di Emis yang dari Kemenag. Dan itu banyak,” terang Taufikurrahman.
Kemudian lanjut Taufikurrahman, berdasarkan hasil verifikasi dilakukan yang menjadi indikator ATS, karena faktor ekonomi.
“Kami pernah menanyakan, di daerah pesisir ketika anak dianggap cukup dan memiliki fisik yang kuat, dia (anak) sudah bekerja melaut,” katanya.







