Selain daerah pesisir, namun bedasarkan catatan Disdikbud, ATS juga ada tercatat di daerah yang terdapat perkebunan.
“Jadi kalau anak sudah bekerja, itu berarti faktor ekonomi. Setelah verifikasi ini, oh ternyata alasan bekerja. Ini berarti faktor ekonomi,” ungkap Taufikurrahman.
Upaya menekan dan menurunkan angka ATS di Kabupaten Kotabaru, Disdikbud telah melakukan beberapa langkah, termasuk sosialisasi. Selain berharap ada peran serta semua pihak, termasuk orangtua.
Terlebih adanya, visi misi Pemerintah Daerah Kotabaru yang menomor satukan pendidikan upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
Melalui program Kartu Kotabaru Cerdas atau disebut Kodas, berupa program pemberian bantuan perlengkapan sekolah mulai dari Paud, SD hingga SMP dan program beasiswa.







