BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) untuk memperkuat integrasi layanan publik digital. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola aplikasi pelayanan publik dari berbagai SKPD Pemprov Kalsel.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, mengatakan bahwa SPLP hadir untuk mengatasi tantangan aplikasi yang berjalan terpisah (silo) dan duplikasi data antar-unit kerja.
BACA JUGA: Diskominfo Kalsel Dorong Pemanfaatan Digital untuk Promosikan Layanan Posyandu 6 SPM
Ia menekankan pentingnya efisiensi dalam pertukaran data di era Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“SPLP bukan sekadar teknologi, tetapi infrastruktur dasar untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan sistem di lingkungan pemerintah,” ujar Muslim. Ia berharap peserta Bimtek memahami SOP SPLP agar layanan publik dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Hasnan Ash Shiddieqy, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, enam aplikasi pelayanan publik sudah terintegrasi dengan SPLP. Ke depan, jumlah aplikasi yang terhubung akan terus bertambah.
“Dengan SPLP, diharapkan hanya ada dua kategori aplikasi besar: untuk layanan publik kepada masyarakat dan administrasi kepegawaian di Pemprov Kalsel,” jelas Hasnan.
Hasnan menambahkan bahwa SPLP masih dalam tahap uji coba dan pelatihan SDM agar implementasi penuh dapat berjalan optimal. Ia mengingatkan bahwa proses integrasi tidak hanya bergantung pada anggaran dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan SDM.
Sumber: MC Kalsel







