KALIMANTANLIVE.COM – Kepanikan melanda Bandara Kolwezi, Provinsi Lualaba, pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 11.00 waktu setempat setelah pesawat Embraer ERJ-145LR yang membawa Menteri Tambang Republik Demokratik Kongo, Louis Watum Kabamba, tergelincir dan terbakar sesaat setelah mendarat.
Pesawat yang dioperasikan Airjet Angola itu tak mampu berhenti tepat di landasan, melaju melewati ujung runway, lalu berhenti dalam kondisi kritis ketika api tiba-tiba menyambar bagian belakang badan pesawat. Dalam detik-detik menegangkan itu, lebih dari 20 delegasi berhamburan keluar demi menyelamatkan diri. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi, tanpa laporan korban jiwa.
# Baca Juga :Tiket Pesawat Turun Gila-Gilaan Hingga 14 Persen Jelang Nataru 2025/2026, Warga Bisa Liburan Hemat
# Baca Juga :Pemerintah Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga 14 Persen untuk Natal dan Tahun Baru
# Baca Juga :HOROR DI BANDARA HONG KONG! Pesawat Kargo Nyebur ke Laut Usai Tabrak Kendaraan Darat, 2 Tewas!
# Baca Juga :Hafis Ansyari Dorong Penguatan Kesiapsiagaan Lewat Penyusunan Dokumen KRB Balangan
Keterangan resmi menyebutkan bahwa pesawat keluar jalur sesaat setelah roda menyentuh landasan. Beberapa detik kemudian, api muncul dan langsung memicu respons cepat dari tim darurat bandara. Mereka mengevakuasi seluruh penumpang, namun hampir semua bagasi milik menteri dan rombongan dilaporkan hangus terbakar.
Hingga kini, penyebab pasti tergelincirnya pesawat masih dalam penyelidikan otoritas penerbangan Republik Demokratik Kongo.
Rombongan diketahui sedang menuju Kolwezi untuk melakukan peninjauan terkait tragedi tambang Kalondo yang menewaskan sedikitnya 32 pekerja beberapa hari sebelumnya. Pemerintah Provinsi Lualaba telah menghentikan total seluruh aktivitas penambangan di area tersebut selagi investigasi mendalam berjalan.
Insiden dramatis ini kembali menyorot tajam situasi keselamatan transportasi dan sektor pertambangan di Kongo yang tengah menjadi perhatian dunia.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







