SURABAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Erupsi Gunung Semeru kembali memuncak pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu kewaspadaan tinggi di wilayah sekitar. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan mematuhi semua arahan petugas.
“Masyarakat saya minta tenang, tidak panik, dan terus mengikuti arahan petugas,” ujar Khofifah dalam keterangan resmi Rabu malam.
# Baca Juga :Vietnam Kalahkan Laos, Malaysia Ditunda Kepastian Tiket Piala Asia 2027
# Baca Juga :Raisa Kembali Jadi Ratu Panggung AMI Awards Setelah 13 Tahun, Kemenangan Penuh Haru dan Inspirasi
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Prakiraan Cuaca Ekstrem Kalsel dan Kalteng Kamis 20 November 2025, Waspada Hujan Petir dan Suhu Panas
Dia menekankan larangan tegas bagi warga untuk memasuki zona bahaya dan meminta semua warga segera menuju titik evakuasi atau lokasi pengungsian yang telah ditetapkan perangkat desa dan aparat keamanan. Khofifah juga mengingatkan agar masyarakat hanya mempercayai informasi resmi dari petugas terkait kondisi Gunung Semeru.
BPBD Jatim, BPBD Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, relawan, dan seluruh unsur terkait telah bersiaga penuh untuk melakukan mitigasi, pemantauan aktivitas vulkanik, serta menyiapkan fasilitas pengungsian. “Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru,” kata Khofifah.
Berdasarkan laporan PVMBG, pada pukul 14.13 WIB, Gunung Semeru mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 14 kilometer. Aktivitas vulkanik berlanjut hingga pukul 17.00 WIB sebelum akhirnya status Gunung Semeru dinaikkan menjadi Level IV (Awas).









