TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Pertunjukan musik warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menjadi hiburan bagi kunjungan pihak keluarga.
Hiburan banda musik ini hasil dari pembinaan terhadap warga binaan jajaran Rutan Tanjung dalam mengasah kreativitas dalam bermusik.
#Baca Juga :Beasiswa Pelajar SD dan SMP Diserahkan, Bupati Tabalong: Tidak Ada Lagi Putus Sekolah
#Baca Juga :Momentum HUT Korpri ke-54, Sering Lebih PPPK Paruh Waktu di Tabalong Terima SK
#Baca Juga :Tabalong Pertama Miliki Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Terlihat, suasana kunjungan tampak lebih hidup dan positif, menandai komitmen Rutan Tanjung dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis dan bermakna, Kamis (20/11/2025).
Pertunjukan musik berlangsung di area kunjungan Rutan Tanjung, dengan iringan petikan gitar, cajon serta vokal utama dari warga binaan yang memberikan penampilan terbaik kepada para pengunjung yang datang menjenguk keluarga mereka.
Berbagai macam genre lagu mulai dari pop hingga dangdut dibawakan dengan penuh semangat. Pertunjukan musik yang digelar di Rutan Tanjung dalam rangka memberikan pengalaman kunjungan yang lebih hangat dan berkesan.
Hal ini bertujuan untuk menghadirkan suasana kunjungan yang lebih santai dan romatis, sehingga pengunjung maupun warga binaan dapat merasakan kenyamanan selama berinteraksi.
Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan bagi warga binaan, yang di mana mereka diberikan ruang untuk menyalurkan bakat, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan rasa percaya diri.
Tak hanya itu, kegiatan ini membantu mengurangi stres dan kejenuhan warga binaan selama menjalani proses penahanan, sekaligus membangun suasana yang lebih positif dan produktif sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian.
Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang menyampaikan bahwa pertunjukan musik ini merupakan salah satu kegiatan pembinaan agar warga binaan dapat mengembangkan diri, sehingga mengubah pandangan masyarakat terhadap Rutan.







