JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pelatih Manchester United (MU), Ruben Amorim, mengakui bahwa dirinya sempat kewalahan saat menjalani musim perdana bersama klub pada kompetisi Liga Inggris 2024/2025.
“Musim lalu, saya selalu kewalahan dengan pertandingan. Saya seperti tidak punya waktu untuk tenang, untuk memahami bahwa pekerjaan saya bukan hanya di dalam lapangan tetapi juga memotivasi semua orang di tim,” ujar Amorim dalam keterangan di laman resmi Manchester United, Jumat.
BACA JUGA: Bos MU Datang Naik Helikopter! Ruben Amorim Bercanda Ditawari Kontrak Baru di Tengah Isu Pemecatan
Pelatih berusia 40 tahun itu menyebut musim lalu sebagai periode sulit, terutama dalam menjaga kestabilan emosi akibat tingginya ekspektasi publik terhadap MU—salah satu klub terbesar di dunia.
Perhatian dan tekanan yang besar sempat membuatnya goyah, namun perlahan ia mulai menemukan ritme untuk membawa MU kembali ke jalur positif.
“Saya selalu mengatakan proses ini butuh waktu. Tetapi sayalah orang yang memiliki tanggung jawab terbesar untuk mengurus semuanya,” katanya.
Musim Perdana Tidak Mulus
Amorim direkrut Manchester United untuk menggantikan Erik ten Hag, yang dipecat pada November 2024 di tengah musim 2024/2025. Namun, kiprah awal sang pelatih tidak berjalan sesuai harapan.
Menurut data Transfermarkt, dari 27 pertandingan Liga Inggris yang dijalaninya musim lalu, MU hanya mampu mencatat 7 kemenangan, sementara 14 kali kalah dan 6 kali imbang.









